Fina Review Buku: 29 Gifts Keajaiban Memberi

Fina Review Buku: 29 Gifts Keajaiban Memberi



Karena dengan kamu memberi secara tulus, itu bisa menyembuhkan diri kamu sendiri.

Gue baru aja baca buku sampai habis *finaleeeeh* dari sebelumnya, selalu terlewatkan karena adults life be likeee *tsahhhh.. ya, apa ya.. ada aja gitu yang mesti dikerjain kan, jadi agak lama gue berhasil baca habis ini buku. Tapi itu cuma kebiasaan gue pribadi aja, karenaaa secara garis besar, buku ini oke banget dan nggak bikin bosen.

Tulisannya dari buku ini rapi dan pesan yang mau disampaikan juga jelas. Saking gemasnya, gue suka ulang-ulang di part yang gue suka :) Inti dari buku ini adalah soal seni memberi yang bisa menyembuhkan. Yes, dengan rutin memberi kepada mereka yang ‘membutuhkan’.

Waktu berkualitas dengan sahabat perempuan lo :) (Foto: pixabay)


Singkatnya, buku 29 Gift Keajaiban Memberi: 29 Hari yang Mengubah Hidup untuk Selamanya karya Cami Walker ini bikin gue semakin yakin, kalo dengan memberi maka lo kita juga akan menerima. Tapi gue bukan pula serta-merta mengiyakan kalau kebaikan itu otomatis diperoleh dari orang yang lo udah baikin ya.

Tapi yang gue percaya, semesta akan membantu usaha elo, gimanapun cara kerjanya. Apakah elo diberi kemudahan pas lagi merintis usaha, keberadaan orang-orang yang sangat helpful di sekitar elo, karir yang bagus dan menurut gue itu magic banget!

Coba baca paragraf 3 nya deh :)


Gue mau cerita, jadi tiap gue berbagi, either itu sifatnya material or non, gue selalu dibuat beruntung. Dan itu bikin gue makin percaya, kalo dengan memberi itu gak akan membuat elo malah miskin.
Balik lagi ke soal buku tadi ya, kok ya gue malah curhat ya sedari tadi, hehehe.. *maapin*

Penulisnya, Cami Walker, punya kehidupan yang baginya sangat berat. Baru sebulan menikah, dia terkena penyakit multiple sclerosis, atau penyakit autoimun yang membuat kerusakan pada saraf tulang belakangnya. Dan penyakit itu jadi membatasi gerak Cami.

Dari yang tadinya sibuk, ambisius kerja, sukses, dan menikah…. ((Impian mostly rang-orang ya)), terus seketika dunia runtuh, Cami susah untuk ngapa-ngapain. Dari yang berkecukupan yaa, jadi terlilit utang. Dia depresi. Sampai akhirnya Cami melakukan terapi pengobatan dengan cara seni memberi secara tulus selama 29 hari.

Kegiatan volunteering, salah satu kegiatan sosial yang bisa dilakukan terkait praktik pemberian :) (Foto: pixabay)


Daaaan.. pemberian-pemberian Cami kemudian berpengaruh ke hidupnya. Fisik, keuangan, hubungan dengan Tuhan dan sesama Cami yang jadi sangat membaik. Lewat cerita Cami, diceritain juga gimana setianya si mas suami… *awwww

Buku ini worth it banget dan bahasanya gak berbelit-belit. Gue gatau masih ada di toko buku atau engga, tapi Cami Walker ada websitenya di www.29Gifts.org. Sekilas gue liat, tampilannya oke. Tapi gue belom baca-baca, hehehe :p

Nah, sekian update Fina Review Buku yaa. Nantikan update-update lainnya J Terima kasih.

Komentar