Tambal Gigi di RSUD Aja, Guys! Kenapa Emangnya?




Jadi ya suatu kali gigi gue sakit dan begitu bercermin, gue mendapati ada gigi belakang yang bolong dan udah melebar gitu. Iya, pantesan sakit banget!

Terus, temen gue yang profesinya bidan dan dinas di puskesmas sehari-hari, menyarankan supaya gue tambal gigi di puskesmas atau sekalian ke RSUD aja, karena dia tau gue banget... Ya, apalagi kalau bukan harganya yang amat bersahabat (buat gue) :p

Oke, awalnya gue nggak gitu tertarik, hehehe, karena nggak familiar aja dengan RSUD sih sebenarnya.

whaaaat? source: giphy.com


Oke, maafin, dan setelah ditimbang-timbang, baiklah gue pun meluncur ke salah satu RSUD yang gue lewatin setiap hari, yak... yaitu RSUD Jati Padang, di Pasar Minggu. Pas dateng, kita diminta daftar dan urus administrasi dulu. Biasa kan ya, tuh.


Iseng-iseng gue tanya biaya tambal gigi ke mbak yang lagi ngurusin administrasi gue. Jawabannya emang bikin gue kaget. 30 ribu, guys!


Terkedjoet! source: giphy.com

Iyalah gue kaget, soalnya gue pernah tambal gigi di RS swasta dan harganya nggak segitu.

Akhirnya tindakan oleh dokter pun dimulai. Dokternya baik banget, ramah, dan over all secara pelayanannya mulai dari security, perawat, petugas kebersihan, dokter dan kebersihan di ruang poli gigi, kesan dari gue sih oke banget.

Karena sebelum-sebelumnya, pada beberapa kali keperluan yang mengharuskan ke RS, gue seringnya ke yang swasta, guys, maka selaporan pandangan mata gue......

RSUD Jati Padang ini, gedung dan dalem-dalemnya nggak kalah cakep, kok!

Nah habis tindakan oleh dokter, gue menuju kasir. Jadi, 30 ribu itu belum sama yang lain-lain..........

Intinya gue harus bayar total 80 ribu. Kecewa? Belom. WQWQWQWQ..

Ilustrasi gigi bersih dan rapi, goals bangetlah! Foto: pixabay.com

Yang gue tahu, tambal gigi itu nggak cukup sekali, maka gue prepare kira-kira 3x kunjungan sampai akhirnya ditambal permanen.

Kenyataanya, gue mesti balik lagi sampai total 5 kunjungan. 3x gue bayar 80 ribu untuk tambal sementara, lalu di kunjungan ke 4 gue mesti bayar 125 rb untuk tambal permanen sebagian plus tambal sementara.

Dan kunjungan yang terakhir, gue mesti bayar 95 rb, yaitu untuk tambal permanen di bagian sisanya.


GILA, BAHAGIA BGT WEY, akhirnya sampe juga di hari terakhir!


source: giphy.com

Jadi gini, menurut dokter yang menangani gue, total kunjungan itu tergantung tingkat keparahan gigi. Gigi gue ini, seperti yang sempat disinggung di awal, dia udah melebar gitu. Jadi, kalau misal dia tidak begitu parah, 3x kunjungan sepertinya udah cukup, guys.


Gue akuin suka nunda-nunda nyikat gigi, eh ujung-ujungnya ketiduran, intinya ada gigi-gigi gue lain yang bolong tapi masih kecil-kecil :(

sebel juga ya, gue lagi bayangin mesti bolak-balik RS gitu.

source: giphy.com

“Kalau bolongnya kecil-kecil sih, bisa sekali kunjungan selesai, mbak.”


:) :) :)


Serius dokter giginya ngomong gitu dongg, gila gue rasanya mo nangis terharuuu… HAPPY BGT! Jadi semangat mau ngerawat ni baby-baby gigi bolong, biar cepet ditangani sebelum melebar kayak sebelumnya :’)


Ilustrasi aku dan teman-temanku merayakan berita bahagia ini :') Foto: pixabay.com

Balik lagi ke soal harga, dengan totalnya sampai kelar 460 ribu, ini dengan perkiraan kondisi gigi bolong lumayan lebar, ya. Maka, harga segitu masih jauh lebih murah ketimbang pengalaman gue pas di RS swasta. Waktu itu gue baru pertama dateng, udah kudu keluar 700 rb, guys :’)

460 rb itu gue bayar pake duit sendiri, sementara 700 rb pakai asuransi dari kantor,
tapi gue bawaannya juga iklhas kok ngeluarin duit segitu, tanpa ribet nyari tau bisa atau nggaknya direimbus ke kantor, serius :’)


Kayaknya sih engga bisa ke-reimburs, soalnya kantor gua kan kasih jaminan kesehatannya itu berupa kartu asuransi dan BPJS, nah di RSUD setau gue belum nerima kartu asuransi. Dan kalau mau manfaatin kartu BPJS, masalahnya wilayah/area gue nggak di Pasar Minggu.

Lalu, waktu itu kartu BPJS gue belum bisa dipake, in detailnya gue lupa juga kenapa, sehingga gue mesti keluar uang pribadi.

Okey, sudah pusing sampai di sini penjelasannya? Wkwkwkw

source: giphy.com

Jadi demi merawat gigi, gue mesti spent duit sendiri. Hmmm *tarik napas.

Oh, kenapa nggak pake asuransi kantor di RS rekanan yang bisa menerima, sihh?

Setau gue niii, ada limitnya buat gigi kan, tapi terbatass. Dan setelah diitung-itung, kayanya nggak cukup buat cover semuahnyah.

Nah kalau soal itu harga bisa muncul angka segitu, gue kurang paham juga ya, apakah kalau RSUD itu dibantu pemerintah secara dia aja kepanjangan dari RS Umum Daerah (eeh nyambung nggak),

sementara swasta kan enggak, sehingga selisihnya memang bisa jauh
(bila ya, thanksss pemerintah!! You really save my lifeee! )

 Tapi yang gue rasain, ini RSUD cocok-cocok aja sama gue :’)

Gigi gue nggak sakit selama tindakan dan setelahnya. Udah, itu aja.

source: giphy.com


Selain gigi, gue juga pernah ke poli lainnya di RSUD ini dan harganya sewaktu gue iseng-iseng bandingin dengan yang lain, nanya by phone, itu jauh. Hehehe..

Nah, mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi, terutama yang mesti ngegelontorin duit sendiri tanpa kartu asuransi,

kalo it’s okeee lho buat jadiin RSUD pilihan perawatan gigi atau berobat.

Info tambahan nih, kalau mau ke sana, bawanya uang cash yaaa. Sampai tulisan ini terbit, belum terima pakai kartu debit dia.

Sekian cerita-ceritanya yak, kita lanjut lagi nanti pada topik lainnya. :)


Komentar

Mending ke klinik deket rumah pake BPJS ga sih fin? Wkwk. Btw, masih pakai behel kah?
Fina Prichilia mengatakan…
pertanyaan bagus nii, gak gua mention di blog yaa knp gua gapake bpjs. jadi pas waktu bpjs gua blm bisa dipake, karena ada apaa gitu dari kantor. trus sakit gigi gua ya gabisa nunggu wkwkwk.. masih pake behel mutttt